12 Juni 2024

Kata Bijak Tentang Arti Membalas Budi

Membahas seputar “Membalas Kebaikan” akan membuat hatimu hangat. Kamu pun akan teringat kebaikan-kebaikan yang pernah orang lain lakukan buatmu, dan kamu akan terpicu untuk membalas kebaikan mereka.

 

Menolong atau membantu sesama harus dilakukan dengan ketulusan. Tidak berharap mendapat imbalan apa pun dari orang yang kita tolong. Namun, sebagai manusia yang memiliki sopan santun serta tahu diri, kita bisa membalas kebaikan yang orang lain berikan kepada kita.

 

Cara membalas kebaikan bisa bermacam-macam. Kamu bisa menularkan kebaikan tersebut, dengan melayani sesama, bersikap baik, dengan menebar kebaikan terhadap orang lain. Perlu diketahui, satu di antara perasaan terbaik di dunia adalah memberi.

 

Energi positif itu menular. Hanya dengan satu tindakan kebaikan, kamu dapat menginspirasi orang lain untuk keluar dan menanam benih kebahagiaan melalui memberi juga.

 

Karunia terbesarmu adalah kemampuan untuk membagikan berkat-berkatmu; itulah yang membuat hidup bermakna.

 

Ada beberapa Kata-kata bijak perihal membalas kebaikan yang membangkitkan semangat ini adalah cara sempurna menyebarkan dorongan untuk memberi kembali kepada lingkungan di mana kamu berada.

 

Di bawah iniada beberapa  kumpulan kata-kata bijak seputar membalas kebaikan :

 

  1. Tidak ada yang lebih dihargai di dunia ini daripada seseorang yang meringankan beban orang lain.
  2. Pada akhirnya, ini bukan tentang apa yang Anda miliki atau bahkan apa yang telah Anda capai ... ini tentang siapa yang telah Anda angkat, siapa yang telah Anda buat lebih baik. Ini tentang apa yang telah Anda berikan kembali. - Denzel Washington
  3. Satu-satunya orang yang harus Anda coba balas adalah mereka yang telah membantu Anda. - John E. Southard
  4. Upaya tanpa pamrih untuk membawa keceriaan kepada orang lain akan menjadi awal dari kehidupan yang lebih bahagia bagi diri kita sendiri. - Helen Keller
  5. Pertanyaan hidup yang paling keras dan mendesak adalah, 'Apa yang Anda lakukan untuk orang lain? - Martin Luther King, Jr.
  6. Relawan tidak dibayar, bukan karena mereka tidak berharga, tetapi karena mereka tak ternilai harganya. - Sherry Anderson
  7. Ingatlah bahwa orang yang paling bahagia bukanlah mereka yang mendapatkan lebih banyak, tetapi mereka yang memberi lebih banyak. - H. Jackson Brown Jr.
  8. Apa yang telah kita lakukan untuk diri kita sendiri akan mati bersama kita; apa yang telah kita lakukan untuk orang lain dan dunia, tetap ada dan abadi.- Albert Pike
  9. Jika kamu memiliki banyak, berikan kekayaanmu; Jika kamu memiliki sedikit, berikan hatimu. - Pepatah Arab
  10. Memberi kembali adalah sesuatu yang datang dari hati kepada saya. Bukannya saya melakukannya karena itu hal yang benar: Saya melakukannya karena saya ingin melakukannya. - Henry Kravis
  11. Tingkat mencintai diukur dengan tingkat memberi. - Edwin Louis Cole
  12. Kebahagiaan bukanlah hasil dari apa yang kita dapatkan, tetapi dari apa yang kita berikan. - Ben Carson
  13. Nilai seseorang terletak pada apa yang dia berikan dan bukan pada apa yang mampu dia terima. - Albert Einstein
  14. Jika kamu tidak dapat bersyukur atas apa yang telah kamu terima, maka bersyukurlah atas apa yang telah kamu selamatkan.

30 Mei 2024

Asal Usul Duit

 

ASAL - USUL DUIT


Bila kita mengamati kosakata ngeri kita terdapat kesamaan dengan beberapa negeri tetangga kita, utamanya ketika menyebut uang. Kita menyebutnya Duit tetangga kita juga menyebutnya duit. 


Dari manakah kosakata duit itu ?


Begini jawabnya ; 


Istilah Duit memang berasal dari nama salah satu uang koin logam yang digunakan dalam perdagangan di Belanda serta wilayah di barat Jerman yang berbatasan dengannya (Kleve dan Geldern).


Secara etimologis, kata duit/deut berasal dari kata bahasa Norse Kuno thveit yang artinya sejenis koin kecil, namun arti harfiahnya ialah "kepingan-kepingan". Bahasa Norse Kuno kemudian diserap kedalam bahasa Belanda dan Jerman. 


VOC Belanda ketika menjajah Nusantara, termasuk Indonesia & Malaysia menggunakan mata uang Duit. Karenanya kosakata duit kemudian diadopsi oleh penduduk untuk menamai uang. 


Berikut ini contoh mata uang logam duit.


08 Mei 2024

 



HAYAM WURUK


Hayam Wuruk lahir pada 1334 Masehi dari pasangan Cakradhara (Kerthawardhana Bre Tumapel) dan Tribwana Tunggadewi. Ibunya merupakan Raja wanita Majapahit.


Secara bahasa, Hayam Wuruk berasal dari dua kata, yaitu Hayam yang berarti Ayam Jantan/Jago dan Wuruk yang berarti terpelajar. Dinamakan demikian karena Raja ini selain jago juga memang cerdas dan terpelajar. Sementara itu, menurut Pararaton, nama lain dari Hayam Wuruk adalah Raden Tetep, sementara Kronik Cina mencatat namanya Wu-Lo-Po-Wu.


Pada tahun 1351, Ibunya turun tahta untuk menjadi Saphta Prabu (Penasehat Raja) serta menyerahkan jabatan Raja kepada Hayam Wuruk.


Pada saat dilantik menjadi Raja, Hayam Wuruk baru berusia 17 tahun, adapun gelar yang disandangnya adalah Maharajasa Sri Rajasanagara.


Menurut Negara Kertagama, Hayam Wuruk memerintah Majapahit selama 39 tahun, selama hampir empat puluh tahun itu Hayam Wuruk yang dibantu mahapatih Gajah Mada mampu membawa Majapahit mencapai puncak kejayaan.


Pada saat naik tahta, Raja ini belum menikah. Dari berbagai wanita yang disodorkan dalam bentuk lukisan ia memilih Putri Sunda untuk dijadikan istri pertamanya (Dyah Pitaloka), namun rencana itu ditentang oleh Bre Wengker (Pamannya) dan Gajah Mada. Kelak terjadi perang Bubat akibat dari penentangan ini. 


EYANG JAYA PERKASA

 


EYANG JAYA PERKASA


Jaya Perkasa adalah mantan Panglima Kerajaan Pajajaran era Prabu Suryakencana. Beliaulah orang yang diutus mengantarkan Pusaka Pajajaran ke Sumedang ketika Pajajaran menjelang runtuh.


Di Sumedang, Jaya Perkasa kemudian diangkat menjadi Patih, dan ketika beliau menjadi Patih itulah kondisi politik di Jawa berubah, dimana pada waktu itu Pajang sedang diguncang Pemberontakan Mataram


Bagi Jaya Perkasa, kondisi semacam itu adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan lagi Kerajaan Pajajaran yang sebelumnya runtuh, sebab menurutnya sekutu Cirebon dan Banten sedang lemah. Jadi kalau Sumedang memproklamirkan perang dan memenangkan pertempuran maka seluruh tanah Sunda dapat disatukan kembali.


Dalam mewujudkan cita-citanya, Jaya Perkasa kemudian mempengaruhi Prabu Geusan Ulun, dan sang Raja Sumedang pun akhirnya setuju. Gerakan awal yang dilakukan Jaya Perkasa untuk memantik peperangan dengan Cirebon adalah dengan membawa lari selir Sultan Cirebon yang sebelumnya merupakan kekasih Geusan Ulun.


Perang Cirebon dan Sumedang pun akhirnya berkobar, namun dalam perang ini Jaya Perkasa tidak dapat menundukkan Cirebon.


Jaya perkasa dalam pertempuran dengan Cirebon dikisahkan wafat, namun dalam pendapat lain ia moksa karena kecewa pada prabu Geusan Ulun yang berubah pikiran dan malah mengajukan perjanjian damai kepada Cirebon dengan bantuan Kerajaan Mataram yang baru berdiri.


Dibawah Ini adalah gambar petilasan Jaya Perkasa, dipercayai sebagai tempat moksanya Jaya Perkasa, ditempat ini hingga kini tidak diperkenankan memakai batik, konon Jaya Perkasa sangat benci sekali dengan batik, sebab katanya Batik adalah pakaiannya orang Cirebon.



RAJA PAJAJARAN TERAKHIR

 


RAJA PAJAJARAN TERAKHIR

Raga Mulya merupakan raja terakhir Kerajaan Pajajaran. Ia menjabat sebagai raja selama 12 tahun yaitu dari Tahun 1567 M hingga 1579 M. Dalam Naskah Wangsakerta sosok Raga Mulya disebut sebagai Prabu Suryakencana sedangkan dalam Carita Parahiyangan dikenal dengan nama Nusya Mulya.

Raga Mulya menjadi Raja pelarian dengan berkedudukan di Suryakancana (Pandai Gelang), oleh karena itu ia juga dikenal sebagai Prabu Suryakencana atau Panembahan Pulasari.
Pulasari terletak di Kaduhejo, Kecamatan Menes pada lereng Gunung Palasari. Menurut Pusaka Nusantara III dan Krethabumi I disebutkan bahwa "Pajajaran sirna ing ekadasa suklapaksa Wesakamasa sewu limang atus punjul siki ilang Sakakala" (Pajajaran runtuh pada tanggal sebelas bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka).

Sebelumnya, Keraton Pakuan telah direbut oleh Banten sehingga terpaksa Raga Mulya dinobatkan di wilayah Pelarian, akan tetapi kemudian hari wilayah yang menjadi tempat pelarian Raja terakhir pajajaran itu diserang oleh Maulana Yusuf dari Banten hingga tamatlah riwayat Pajajaran.

Amalan yang bisa membuat kebahagiaan dunia & Akhirat

 BARANG SIAPA MENGAMALKAN INI DOSA BESAR SEKALIPUN ALLAH AMPUNI